January 15, 2026
TAMAtop
 |
| mata uang |
Mata uang resmi Republik Islam Rial adalah Rial Iran atau IRR. Pada awal 2026, masalah IRR kembali mencuri perhatian dunia setelah anjlok ke rekor terendah. Kejatuhan ini memicu kekhawatiran akan hiperinflasi dan dampak luas lainnya bagi ekonomi Iran hingga pasar Global. Pada awal 2025, nilai kurs masih berada di kisaran IRR817,5 ribu per dolar. Angka saat ini merupakan dua kali lipat dibandingkan pada 2025. Januari 2026, Rial Iran (IRR) mengalami penurunan nilai yang sangat drastis hingga disebut terjun bebas. Di pasar bebas (open market) kini USD1 setara dengan IRR1,47 juta.
Anjloknya nilai tukar rial berawal dari memburuknya kondisi ekonomi domestik Iran. Harga kebutuhan pokok melonjak tajam sedangkan pendapatan masyarakat tidak ikut naik. Nilai uang melemah dan inflasi melonjak, sehingga daya beli masyarakat runtuh. Gelombang protes yang meledak sejak 28 Desember 2025 awalnya dipicu oleh mahalnya harga pangan dan melemahnya rial, namun kemudian berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas, termasuk perubahan pemerintahan. Protes yang dimulai dari pedagang Grand Bazaar Tehran dan mahasiswa ini menyebar cepat ke seluruh 31 provinsi.
Penyebab paling fundamental dari kejatuhan rial adalah sanksi internasional, terutama sanksi Amerika Serikat setelah AS keluar dari perjanjian nuklir (JCPOA). Inflasi di Iran telah berada di atas 40% selama beberapa tahun, termasuk 42,5% pada akhir 2025. Di sisi lain, pendapatan negara Iran tertekan akibat sanksi dan lemahnya ekonomi, sedangkan belanja pemerintah tetap tinggi untuk subsidi energi, pangan, dan program sosial. Kondisi pendapatan pajak dan devisa tidak mencukupi, pemerintah dan bank sentral cenderung membiayai defisit melalui ekspansi uang beredar. Pencetakan uang tanpa dukungan pertumbuhan ekonomi kemudian meningkatkan inflasi.
sumber: metrotv, tirto