Menjelang Lebaran 2026
![]() |
Pengamat ekonomi dan kebijakan publik dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin:
Masyarakat itu sudah mengantisipasi kondisi ekonomi ke depan akan sulit dengan banyak menabung. Jadi, kalau misalnya spending lebaran ini berkurang, salah satu faktornya karena masyarakat mengantisipasi situasi sulit ke depan
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi:
Angka ini memang menurun 1,75% dibandingkan survei pada tahun 2025 sekitar 146 juta. Namun demikian pada realisasi tahun 2025 justru mencapai 154 juta. Artinya mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka survei
Ramadan tahun 2026 tidak hanya diwarnai aktivitas ibadah dan tradisi tahunan. Sejumlah peristiwa ekonomi, fenomena sosial, hingga tren gaya hidup ikut mewarnai bulan puasa dan menjadi perbincangan publik. Sangat terasa bahwa hujan menjadi pembeda di bulan puasa 2026. Hujan kerap turun pada sore hingga malam hari, bertepatan dengan waktu ngabuburit hingga menjelang shalat Tarawih bahkan sebelum Sahur. Kondisi ini membuat aktivitas di luar rumah, seperti berburu takjil atau berbuka di luar, seringkali terganggu.
Ramadan tahun ini juga diwarnai gejolak di pasar keuangan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan tajam dan menjadi perhatian investor sepanjang bulan puasa. Menjelang libur Lebaran 18-24 Maret 2026, IHSG justru mencatat koreksi terdalam dalam lebih dari satu dekade, yakni turun 4,49% dalam sepekan. Rupiah sempat menyentuh Rp 16.990 dan terus mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS pada perdagangan Senin (16/3/2026). Rupiah akhirnya ditutup di posisi Rp 16.975/US$ sebelum libur Lebaran pada Selasa (17/3/2026). Ada keluhan ini ramai dibahas di media sosial hingga memicu istilah "krisis ojol", yaitu secara tiba-tiba susah didapat. perusahaan ride-hailing seperti Gojek dan Grab menyebut ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketersediaan driver selama Ramadhan. Salah satunya adalah perubahan pola permintaan yang melonjak pada jam tertentu, terutama mulai pukul 15.30 hingga puncaknya pada pukul 16.00-18.00 WIB. Selain itu, sebagian mitra pengemudi juga mulai mudik menjelang Lebaran serta kondisi hujan yang menyebabkan kemacetan dan genangan, sehingga waktu tunggu pemesanan menjadi lebih lama. Ramadan 2026 juga berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Mudik Lebaran 2026 juga diwarnai keluhan masyarakat soal mahalnya harga tiket transportasi, terutama pesawat. DPR bahkan menyoroti harga tiket pesawat domestik yang dinilai terlalu tinggi menjelang musim mudik, dengan beberapa rute dilaporkan mencapai belasan juta rupiah untuk sekali perjalanan. Tradisi buka puasa bersama (bukber) merupakan tradisi yang tidak pernah terlewatkan selama bulan puasa. Tahun ini, banyak restoran, kafe, hingga hotel menawarkan paket bukber spesial yang langsung diserbu masyarakat, terutama di kota-kota besar. Tingginya permintaan membuat banyak tempat makan penuh hingga dalam beberapa kasus terjadi overbooked, sehingga pengunjung yang sudah melakukan reservasi tetap kesulitan mendapatkan tempat. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, harga emas justru mengalami penurunan yang cukup menarik perhatian pasar. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, di mana sebagian investor memilih mengalihkan dana ke dolar AS yang dinilai lebih likuid di tengah ketidakpastian pasar.
Akhirnya, war baju Lebaran yang terjadi bahkan sebelum Ramadhan dimulai. Banyak brand fashion sudah meluncurkan koleksi Lebaran lebih awal, baik melalui pre-order maupun penjualan terbatas di platform online. Strategi ini membuat konsumen harus bergerak cepat agar tidak kehabisan produk yang diincar. Di media sosial, fenomena tersebut bahkan menjadi tren tersendiri, dengan banyak orang berbagi pengalaman berburu baju Lebaran jauh hari sebelum Idul Fitri tiba.
sumber berita: bbc , cnbc






