Danantara Mulai Bekerja, Menggabungkan 7 BUMN logistik
![]() |
| 7 bumn digabungkan |
Per 30 Juni 2026, Danantara resmi mengonsolidasikan 7 BUMN logistik ke dalam PT Multi Terminal Indonesia sebagai entitas yang bertahan (surviving entity). Langkah ini diproyeksikan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun melalui eliminasi kerugian anak usaha dan efisiensi biaya operasional.
Konsolidasi tahap awal ini menyatukan lini logistik dari berbagai klaster BUMN, dengan porsi kepemilikan saham mayoritas (74,47%) dipegang oleh Pelindo Group. Beberapa entitas yang bergabung meliputi:
Chief Operating Officer (COO) Danantara/Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyatakan merger BUMN Karya yang semula ditargetkan Juni 2026 belum bisa terlaksana. Selanjutnya, target merger BUMN karya mundur ke kuartal IV 2026. Merger BUMN Karya ini tidak bisa terlaksana pada Juni karena masih banyak proses restrukturisasi yang harus dituntaskan. Sebagai informasi, BUMN karya merger adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Nindya Karya (Persero).
sumber bacaan: bisnis-video, kompas, detik






