Google Search Berubah
![]() |
| google ai |
Elizabeth Reid, Vice President of Search Google:
Tujuan Search selalu sederhana: membantu Anda bertanya apa saja yang ada di pikiran - dari fakta cepat hingga pertanyaan mendalam, kompleks, atau sangat spesifik yang sulit diungkapkan. Pada kuartal terakhir, kami melihat total query Search mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Google
Transformasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa struktur ekonomi internet yang selama ini terbuka berpotensi mengalami gangguan serius. Perdebatan tersebut menguat seiring langkah Google memperluas penggunaan ringkasan berbasis AI serta pengembangan sistem agen digital yang dapat menjalankan tugas atas nama pengguna. Dilansir dari The Telegraph, pada 29 Mei 2026, perubahan ini mencerminkan pergeseran dari prinsip awal Google. Larry Page pernah menyatakan, "Kami ingin mengarahkan pengguna secepat mungkin dari Google menuju sumber yang tepat di internet," yang pada masa itu menjadi dasar filosofi pencarian yang netral dan efisien. Saat ini, fitur "ringkasan AI" dan "mode AI" memungkinkan pengguna memperoleh jawaban langsung tanpa harus mengklik tautan eksternal.
Laporan The Telegraph, kepala eksekutif Google, Sundar Pichai, menyebut bahwa 2,5 miliar pengguna telah melihat fitur ringkasan AI, sementara sekitar 1 miliar lainnya telah menggunakan mode AI. Angka tersebut menunjukkan percepatan adopsi yang sangat besar dan perubahan cepat dalam perilaku pencarian global. Dampak paling nyata terlihat pada penurunan trafik ke situs web. Lembaga Reuters Institute mencatat kunjungan dari Google ke situs berita turun sepertiga pada 2025, dan diperkirakan bisa turun hingga 43 persen dalam tiga tahun ke depan. Johannes Beus dari Sistrix juga mengungkapkan bahwa tingkat klik turun dari 27 persen menjadi 11 persen ketika hasil AI ditampilkan, dengan tren pencarian tanpa klik diperkirakan akan terus meningkat.
Seluruh pengalaman baru di Google Search kini ditenagai Gemini 3.5 Flash yang menjadi model default AI Mode secara global. Google mengklaim model ini lebih cepat, lebih murah, dan lebih kuat untuk berbagai kebutuhan termasuk coding hingga AI agents. Google juga kini memungkinkan percakapan berkelanjutan di Search. Pengguna dapat langsung mengajukan pertanyaan lanjutan dari AI Overview tanpa kehilangan konteks sebelumnya.
Analis eMarketer, Gadjo Sevilla, menilai bahwa Google memanfaatkan basis pengguna pencarian yang sangat besar untuk menjaga mereka tetap berada di dalam ekosistemnya melalui fitur AI, agar tidak beralih ke sistem lain seperti ChatGPT atau Claude. Sementara itu, Niamh Burns dari Enders Analysis menyoroti bahwa pengguna kini semakin banyak menyerahkan proses berpikir dan kunjungan situs mereka kepada sistem kecerdasan buatan.
sumber: detik - 25thn, jawapos - ai






