Hantavirus : Indonesia, Taiwan dan WHO
![]() |
| hantavirus |
Adapun, tren kasus menunjukkan peningkatan signifikan terjadi pada 2025 dengan total 17 kasus terkonfirmasi. Sementara pada 2024 tercatat satu kasus dan pada 2026 sejauh ini terdapat lima kasus.
Taiwan meningkatkan langkah pengendalian hewan pengerat setelah satu kasus kematian akibat infeksi hantavirus dilaporkan terjadi di wilayah tersebut. Otoritas Taipei saat ini melakukan langkah sanitasi besar-besaran serta menambah jumlah titik pemasangan umpan tikus.
Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang dapat menular ke manusia melalui kontak dengan hewan pengerat, khususnya tikus. Infeksi ini diketahui dapat memicu sejumlah gangguan serius, mulai dari demam berdarah dengan sindrom ginjal hingga sindrom paru akibat hantavirus yang berisiko fatal. Perhatian global terhadap hantavirus juga meningkat setelah muncul laporan wabah mematikan di kapal pesiar Belanda MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Cape Verde. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak tujuh orang terinfeksi dalam insiden tersebut, dengan tiga di antaranya meninggal dunia.
WHO memperingatkan 12 negara terkait wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. Peringatan untuk memulai pengawasan, pemantauan, dan pelacakan kontak terhadap penumpang ini ditujukan kepada pemerintah Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, Singapura, Swiss, Selandia Baru, Denmark, Belanda, Saint Kitts dan Nevis, Swedia, dan Turki.
sumber: kompas, mediaindonesia, bisnis






