14 July 2026

Pendapat Dua Pakar Hukum Kita


 

Pen
mantan menko polhukam

Kortastipidkor Polri telah menetapkan Febrie Adriansyah selaku Jampidsus menjadi tersangka perkara dugaan korupsi. Namun, perkara itu dilimpahkan ke Kejaksaan Agung. Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan, pelimpahan perkara merupakan hasil kesepakatan antara Polri dan Kejaksaan Agung sebagai bentuk sinergi dalam penanganan perkara. Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman, Hibnu Nugroho, mengatakan pelimpahan perkara itu tidak sesuai dengan Hukum Acara Pidana. 

Hibnu Nugroho:
Pelimpahan yang menurut saya kurang berdasar pada konteks hukum acara pidana. Kan gitu kan? Karena namanya kalau pelimpahan, jadi dalam pemeriksaan itu kan ada asas differentiation fungsional (diferensiasi fungsional). Jadi polisi itu sebagai penyidik



Mahfud MD:
Tetapi yang terjadi kemarin ternyata bukan pelimpahan dalam arti kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana melainkan penyerahan atau pengalihan kelanjutan penyidikan dari Polri ke Kejaksaan. Sebab tersangka ternyata belum pernah diperiksa oleh polisi. Mekanisme penyerahan atau pengalihan penyidikan lanjutan ini tidak ada di dalam hukum acara pidana kita dan belum pernah terjadi sebelumnya


Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, semula dirinya mengira perkara Febrie telah dilimpahkan dari Polri ke Kejaksaan sebagaimana mekanisme yang diatur dalam KUHAP. Dengan asumsi itu, ia sempat menilai langkah tersebut dapat mempercepat proses menuju persidangan. Namun, setelah mengetahui bahwa Febrie belum pernah diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Polri, Mahfud menyimpulkan yang terjadi bukan pelimpahan perkara, melainkan pengalihan kelanjutan penyidikan.

sumber bacaan:hukumonlinekompas

Sopir Meleng Lihat Peta, JPO Tendean Jadi Korban Hingga Jakarta Selatan Macet Total


 

mac
kemacetan di jl. tendean jaksel

Kendaraan mengular di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa 14 Juli 2026. Kemacetan terjadi setelah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) rusak ditabrak truk pengangkut alat berat. Insiden yang terjadi pada dini hari itu mengakibatkan struktur JPO mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut membuat sebagian badan jalan tidak dapat dilalui secara normal.

Peristiwa bermula saat sebuah truk Mitsubishi dengan nomor polisi B-9077-UFU bergerak dari kawasan Summarecon Bogor. Truk yang dikemudikan oleh saudara Andre (28) tersebut membawa muatan alat berat jenis crane. Kendaraan ini dijadwalkan menuju kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta Selatan sebagai destinasi akhir pengiriman.

Pada Selasa dini hari pukul 01.28 WIB, truk melaju dari arah timur menuju barat di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pengemudi baru pertama kali melintasi jalur tersebut dan tidak memperhitungkan dimensi ketinggian muatan yang dibawanya. Akibat fokus perhatian teralih pada aplikasi navigasi Google Maps di ponsel, pengemudi tidak menyadari batas ketinggian JPO yang berada tepat di depan Hotel Terraz Tree. Bagian atas alat berat kemudian menghantam keras struktur bawah jembatan. Benturan keras tersebut mengakibatkan kerusakan fatal pada infrastruktur JPO. Sambungan tangga dan badan jembatan terpisah, tiang penyangga bagian kiri terangkat dari permukaan tanah, serta posisi JPO menjadi miring (doyong) hingga nyaris roboh. Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini karena kondisi jalanan yang relatif sepi pada dini hari.

Memasuki waktu pagi hari, dampak kecelakaan memicu kelumpuhan total arus lalu lintas di kawasan Jakarta Selatan. Kemacetan parah dan antrean kendaraan mengular panjang dari arah Pancoran menuju Blok M serta di sekitar underpass Mampang, akibat badan truk yang tersangkut dan menutup sebagian ruas jalan. Dinas Bina Marga DKI Jakarta segera mengambil tindakan darurat dengan melakukan pembongkaran total struktur JPO yang rusak demi keselamatan publik. Proses pembongkaran dan pembersihan puing selesai sepenuhnya pada Selasa malam pukul 21.45 WIB, sehingga jalur kembali dibuka. Sementara itu, Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya telah mengamankan pengemudi beserta unit truk sebagai barang bukti guna proses penyidikan lebih lanjut terkait unsur kelalaian dalam berkendara.

sumber berita: detik-macetdetik-sopirkompas

Optimis Rupiah Dari S&P Global Ratings


 

OpT
kurs rupiah optimis

Lembaga pemeringkat global, S&P Global Ratings, memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa kembali ke level Rp 17.700/US$. Lembaga peringkat tersebut memproyeksikan nilai tukar rupiah akan menguat terus pada tahun berikutnya. Dalam laporannya berjudul Indonesia Ratings Affirmed At 'BBB/A-2'; Outlook Stable, lembaga tersebut memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada level Rp 17.700/US$ pada 2026. Kemudian, pada tahun selanjutnya, S&P Global Ratings memproyeksikan rupiah pada level Rp 17.500/US$. S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Prospek (outlook) Indonesia juga tetap berada pada level stabil.

Sementara berdasarkan data Bloomberg hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (13/7), rupiah ditutup melemah 0,24% di level Rp 18.109/US$.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (13/7/2026) dengan keberhasilan menguat di zona optimistis dengan melesat 1,92% di posisi 6.037 setelah laporan S&P Global Ratings yang tetap mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Dengan pencapaian positif ini, IHSG mencatat kenaikan tertinggi nomor satu di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, Senin (13/7/2026). IHSG pun berhasil ditutup di level tertinggi 6.037. Adapun level terendah sempat tersentuh sesaat pada level 5.898 yang terjadi pada perdagangan intraday pagi hari tadi.

sumber bacaan: detikbloombergtechnoz

13 July 2026

Plt Jampidsus


 

baR
mensesneg prasetyo hadi

Menindaklanjuti telah diterimanya pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin telah menunjuk Rudi Margono, yang saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan, untuk melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Penunjukan itu guna mempermudah proses pemeriksaan internal maupun hukum terhadap Febrie Adriansyah.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna:
Ya, nanti beriringan. Kebetulan kan PLH (Plt) dari Pelaksana Tugas Jampidsus juga merangkap Jamwas. Itulah dibentuknya kenapa salah satu pertimbangkan supaya lebih memudahkan. Yang jelas yang bersangkutan masih ada di Indonesia, tidak ke luar negeri, dan kooperatif, dan dalam pantauan penyidik. Itu saja

Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) seiring terseretnya yang bersangkutan dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pengunduran diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus tidak menggunakan keputusan presiden (keppres).

Mensesneg, Prasetyo Hadi:
Berkenaan dengan pertanyaan Keppres pengunduran diri atas nama Febrie Adriansyah dari jabatan sebagai Jampidsus, kalau pengunduran diri tentu tidak menggunakan keppres karena pengunduran diri bersifat pribadi dari yang bersangkutan yang menyatakan mundur dari kapasitas jabatan yang diemban. Jadi tidak menggunakan keppres


sumber berita: kejaksaandetik-jamwasdetik-mensesneg

Topan Bavi Porak-Porandakan Cina: Kisah Nyata Jutaan Orang Patuh Mengungsi


 

chi
topan bavi

Di saat bersiap istirahat malam, namun tiba-tiba sirine kota meraung keras. Di luar jendela, langit hitam pekat dan angin menderu mengerikan dengan kecepatan 144 km/jam. Itulah yang dialami jutaan warga di pesisir China Timur pada Sabtu malam lalu, 11 Juli 2026. Topan Bavi datang mengamuk, membawa ombak raksasa yang siap menelan apa saja.

Dalam sekejap, kota nelayan yang biasanya hidup berubah porak-poranda. Kaca-kaca toko pecah berhamburan, atap besi terbang, dan lebih dari 1.300 pohon tumbang tercabut sampai ke akarnya. Di pinggiran Sungai Nanxi, air naik begitu cepat, menenggelamkan mobil dan lantai satu rumah warga. Bahkan di kota besar sekelas Shanghai, ratusan penerbangan dan kereta cepat terpaksa dibatalkan. Kota mendadak mati suri.

Di balik semua kerusakan fisik tersebut, ada satu pemandangan yang luar biasa: kepatuhan warga. Begitu perintah evakuasi keluar, hampir 2 juta orang—mulai dari lansia hingga anak-anak—kompak mengemas barang seadanya. Tidak ada ego untuk bertahan di rumah demi menjaga harta. Mereka tahu, nyawa adalah yang utama. Bayangkan kesibukan malam itu, 1,72 juta warga Zhejiang bergerak bersama dalam kepungan hujan deras menuju tempat aman.

Ketegangan dan rasa takut jutaan pengungsi itu akhirnya mencair begitu mereka tiba di posko darurat. Pemerintah setempat bergerak super cepat. Gedung-gedung konvensi yang megah disulap menjadi rumah sementara yang hangat. Alih-alih telantar, para pengungsi langsung disambut dengan makanan hangat, air bersih, dan pemeriksaan kesehatan gratis. Petugas bahkan menyiapkan hiburan ringan agar anak-anak tidak trauma mendengar suara badai di luar.

Memasuki Senin pagi, 13 Juli 2026, amukan Topan Bavi mulai melandai seiring melemahnya badai [Kompas.id]. Kota-kota pesisir mulai bergeliat kembali. Tim penyelamat sibuk membersihkan puing-puing pohon di jalanan, dan warga mulai pulang untuk membersihkan sisa lumpur. Meski badai kini bergeser ke area pedalaman dan memicu risiko longsor baru, China telah memberi kita satu pelajaran berharga tentang mitigasi bencana: kunci selamat dari bencana adalah kecepatan pemerintah menyiapkan posko layak, dan kerelaan warga untuk segera mengungsi.

sumber bacaan: video-metrotvdetikreuters

12 July 2026

Drama Semifinal Piala Dunia 2026: Ego vs Skandal VAR


 

sEM
Jude Bellingham

Piala Dunia 2026 menyajikan drama tingkat tinggi menuju semifinal melalui laga melelahkan bagi kedua tim. Di kubu Inggris, ruang ganti membara akibat perselisihan Thomas Tuchel dan Jude Bellingham usai menang tipis 2-1 atas Norwegia. Tuchel mengkritik permainan tim sebagai hal yang "ceroboh dan beruntung". Kritik ini diperkuat fakta lapangan: Inggris mencatat xG (Expected Goals) babak kedua yang sangat minim, yaitu hanya 0,09, yang menggambarkan tumpulnya kreativitas taktik mereka.

Bellingham, sang pahlawan yang mencetak brace dengan total akumulasi kualitas tembakan tepat sasaran (xGOT) mencapai 0,16, membalas tajam, "Yeah well, whatever," sambil menyindir sang pelatih tidak merasakan kerasnya laga di lapangan. Di tengah badai ego tersebut, kapten Harry Kane tampil sebagai penengah. Kane membela Tuchel dengan menyatakan bahwa kritik tersebut ditujukan agar tim meningkatkan agresivitas saat status bola sedang "in contest" (perebutan bola bebas tanpa penguasaan kedua tim), yang menyita porsi signifikan dari waktu bersih permainan akibat dominasi fisik Norwegia.

Sementara itu, calon lawan Inggris, Argentina, melaju ke semifinal setelah melewati duel penuh skandal melawan Swiss yang berakhir 3-1 melalui babak extra-time. Laga tersebut pecah saat penyerang Swiss, Breel Embolo, menerima kartu merah kontroversial pada menit ke-72 akibat simulasi (diving) berdasarkan aturan baru VAR. Sebelum insiden itu, Swiss tampil sangat menyulitkan dengan membatasi Argentina hingga hanya menghasilkan total 2,00 xG, sementara Swiss membalas dengan 0,53 xG sepanjang 120 menit pertandingan.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, mengamuk pascalaga dan mengecam intervensi teknologi yang dinilai kejam merusak keadilan sepak bola. Unggul jumlah pemain membuat Argentina mendominasi 59% penguasaan bola secara total. Striker Argentina, Julián Álvarez, yang mencetak gol indah penentu di babak tambahan, memuji kegigihan 10 pemain Swiss. Akibat spartan-nya tekanan Swiss, tercatat 28% dari total waktu bersih permainan dihabiskan dalam status "in contest" (perebutan bola) sebelum Argentina benar-benar bisa mengendalikan tempo. "Kami harus menderita," aku Álvarez, sebelum fokus beralih ke laga semifinal klasik melawan Inggris.

sumber bacaan: yahoothe-guardiandetikkompas

Drama Semifinal Piala Dunia 2026: Spanyol Pincang, Inggris Sekarat, Argentina dan Prancis Di Atas Angin?


 

bol
perang antar juara dunia

Bayangkan sebuah panggung megah di mana para penguasa sepak bola berkumpul. Berdasarkan data resmi Ranking FIFA terbaru, Piala Dunia 2026 mencetak sejarahan langka: empat tim teratas dunia yaitu Prancis pemegang 2-trofi 1998, 2018 (1), Argentina dengan 3-trofi 1978, 1986, 2022 (2), Spanyol punya 1-trofi 2010 (3), dan Inggris dapat 1-trofi 1966 (4) sukses mengamankan tiket semifinal. Tidak ada kejutan tim kuda hitam, yang ada hanyalah pertempuran para raksasa bernilai selangit.

Di sudut pertama, Prancis berdiri angkuh dengan status skuad termahal. Data Transfermarkt mencatat nilai pasar Les Bleus menembus angka fantastis €1,52 miliar (Rp26,4 triliun). Pasukan Didier Deschamps ini juga paling bugar karena menang bersih 2-0 atas Maroko tanpa perlu memeras keringat di babak perpanjangan waktu. Kylian Mbappe, sang top skor sementara dengan 8 gol, siap menebar teror dengan kondisi fisik 100 persen.

Lawan mereka di semifinal adalah Spanyol. Berbeda dengan Prancis yang segar bugar, La Furia Roja datang dengan napas terengah-engah setelah bertarung 120 menit melawan Belgia. Skuad bernilai €1,22 miliar ini bahkan harus kehilangan benteng pertahanan mereka, Aymeric Laporte, akibat sanksi kartu. Kini, mentalitas para daun muda seperti Lamine Yamal akan diuji dalam mengatasi kelelahan ekstrem tersebut.

Sementara itu, tensi tidak kalah panas membakar bagan sebelah. Argentina, sang pemilik 3 trofi Piala Dunia, menantang Inggris dalam duel klasik yang emosional. Meski nilai pasar skuad Albiceleste paling ekonomis di antara semifinalis (€807,5 juta), mentalitas juara bertahan mereka sangat tebal setelah melewati drama adu penalti yang menguras emosi.

Inggris sendiri datang membawa beban sejarah 60 tahun puasa gelar sejak 1966. Berada di peringkat dua skuad termahal (€1,36 miliar), kondisi fisik Three Lions sebenarnya berada di zona merah akibat kelelahan akut pasca-laga kontra Norwegia. Lini tengah mereka pincang setelah Jordan Henderson mengalami cedera patah lengan. Namun, sihir Jude Bellingham dan mentalitas baru Inggris yang lepas dari kutukan babak gugur membuat duel ini mustahil dilewatkan.

Empat raksasa, dua laga penentu, satu trofi emas 2026. 
Siapa yang akan menuliskan namanya di buku sejarah?

sumber bacaan: teknokratmediaindonesiapikiran-rakyat